Thursday, January 12, 2012

Karapan Sapi

Bagi kebanyakan orang, istilah “Karapan Sapi” mungkin sudah tidak asing lagi, terutama untuk masyarakat yang berasal dari Madura maupun bagi pendatang yang tinggal di Madura seperti saya. Ya, Karapan Sapi merupakan salah satu budaya yang berasal dari Madura. Karapan Sapi merupakan perlombaan adu kecepatan sepasang sapi yang ditunggangi oleh seorang joki melawan sepasang sapi yang lain. Budaya ini sampai sekarang masih terus ada dan juga menjadi kebanggaan masyarakat Madura. Sebagai seorang pendatang dari luar Madura, tepatnya dari Kabupaten Madiun, saya kurang memahami tentang Karapan Sapi. Informasi yang berkaitan tentang Karapan Sapi saya peroleh dari media-media online. Dan selama hampir 4 tahun saya tinggal di Madura, tepatnya di Kabupaten Bangkalan, baru sekali saya menyaksikan karapan Sapi secara langsung yang digelar di alun-alun Bangkalan.

Bagi saya, Karapan Sapi merupakan budaya yang unik, dimana 2 ekor sapi yang dikendalikan seorang joki ( entah apa istilahnya dalam bahasa madura ), harus berlari secepat mungkin untuk mencapai garis finish. Uniknya lagi, joki atau orang yang mengendalikan sapi tersebut masih anak-anak atau orang yang memiliki badan kecil / kurus, hal ini mungkin dimaksudkan agar beban dari sapi ketika berlari tidak terlalu berat, sehingga sapi tersebut bisa berlari cepat menuju garis finish.
Tidak salah apabila Karapan Sapi menjadi kebanggaan masyarakat Madura maupun Bangsa Indonesia. Salah satu perlombaan paling bergengsi dalam Karapan Sapi yaitu, Perlombaan Karapan Sapi Piala Presiden yang digelar setiap tahun. Tentunya sudah terbayang bangaimana kemeriahan perlombaan ini. Ingin rasanya saya bisa menyaksikan Perlombaan Karapan Sapi Piala Presiden ini secara langsung, tapi apa daya, selama ini saya belum pernah menyaksikannya secara langsung. Mungkin di lain kesempatan saya bisa menyisihkan waktu untuk merasakan kemeriahan Perlombaan Karapan Sapi Piala Presiden secara langsung.
Kebanggan lain tentang Karapan Sapi yaitu, digunakannya Karapan Sapi sebagai gambar di mata uang logam Republik Indonesia pecahan Rp. 100,-. Ya, uang logam dari kuningan yang berwarna emas yang hanya bernilai seratus rupiah dan dikeluarkan pada tahun 1991 ini menampilkan karapan sapi di salah satu sisinya.

Ditengah kebanggan tersebut saya sempat membaca sebuah artikel yang melarang penyiksaan terhadap sapi yang akan mengikuti perlombaan. Saya sendiri tidak tahu secara pasti seperti apa penyiksaan yang dilakukan terhadap sapi-sapi tersebut. Tetapi, memang terlihat bekas luka yang ada di bagian belakang sapi tersebut, mungkin hal ini bertujuan untuk mempercepat lari dari sapi - sapi tersebut. Terlepas dari penyiksaan tersebut, ternyata untuk mendapatkan sapi yang berkualitas untuk mengikuti perlombaan harus melalui berbagai macam latihan dan perawatan yang membutuhkan banyak biaya. Perawatan khusus dan pemberian jamu yang diramu secara khusus dipercaya dapat menambah stamina sapi - sapi yang akan mengikuti perlombaan. Pemberian jamu ini akan semakin ditingkatkan menjelang pelaksanaan perlombaan. Tak heran biaya yang dikeluarkan cukup banyak. Banyaknya biaya yang dikeluarkan akan sebanding jika sapi - sapinya menjadi juara yang mengakibatkan harga sapi tersebut melambung tinggi.
Semoga budaya Karapan Sapi ini terus berkembang dan tetap menjadi kebanggan masyarakat Madura pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya, bahkan bisa menjadi budaya yang dikenal oleh masyarakat Internasional. Dan juga semoga harapan saya untuk menyaksikan Karapan Sapi Piala Presiden bisa tercapai.
Aaamiiin.,.

Monday, December 19, 2011

Astana Giri Bangun

Astana Giri Bangun terletak di di Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, sekitar 35 km dari Surakarta. Astana Giri Bangun merupakan kompleks pemakaman keluarga mantan presiden RI ke-2, Soeharto. Astana Giri Bangun juga merupakan makam KELUARGA BESAR YAYASAN "MANGADEG". Astana Giri Bangun dibangun pada tahun 1974 oleh Yayasan Mangadeg Surakarta, dan diresmikan oleh Bapak Soeharto dan Ibu Tien Soeharto pada hari Jumat Wage tanggal 26 Rejeb ehe 1908 atau 23 Juli 1976. Pada prasasti peresmian terdapat sinengkalan " NGESTI SUWUNG WENGANING BUDI ". Peresmian itu ditandai dengan pemindahan sisa jenazah Soemaharjomo (ayah Tien Soharto) dan Siti Hartini Oudang (kakak tertua Ibu Tien), yang keduanya sebelumnya dimakamkan di Makam Utoroloyo, salah satu makam keluarga besar keturunan Mangkunegaran yang berada di Kota Solo.

Kompleks makam ini memiliki tiga tingkatan cungkup (bangunan makam), yaitu cungkup Argo Sari teletak di tengah-tengah dan paling tinggi, di bawahnya, terdapat cungkup Argo Kembang, dan paling bawah adalah cungkup Argo Tuwuh.

Cungkup Argo Sari
Di ruangan ini hanya direncanakan untuk lima makam. Saat ini paling barat adalah makam Siti Hartini, di tengah terdapat makam pasangan Soemarharjomo (ayah dan ibu Tien) dan paling timur adalah makam Ibu Tien Soeharto. Tepat di sebelah barat makam Ibu Tien terdapat makam Soeharto.
Masih di bagian Argosari, tepatnya di emperan cungkup seluas 243 meter persegi, terdapat tempat yang direncanakan untuk makam 12 badan.
Di beranda cungkup seluas 405 meter persegi terdapat areal untuk 48 badan. Yang berhak dimakamkan di tempat itu adalah penasihat, pengurus harian serta anggota pengurus Yayasan Mangadeg yang mengelola pemakaman tersebut. Termasuk yang berhak dimakamkan di tempat itu adalah pengusaha Sukamdani Sahid Gitosardjono beserta istri.


Cungkup Argo Kembang
Bagian yang berada di luar lokasi utama adalah Cungkup Argokembang seluas 567 meter persegi. Tempat ini tersedia tempat bagi 116 badan. Yang dapat dimakamkan di lokasi itu adalah para pengurus pleno dan seksi Yayasan Mangadeg ataupun keluarga besar Mangkunegaran lainnya yang dianggap berjasa kepada yayasan yang mengajukan permohonan untuk dimakamkan di astana tersebut.

Cungkup Argo Tuwuh
Paling luar adalah Cungkup Argo tuwuh seluas 729 meter persegi. Tempat ini tersedia tempat bagi 156 badan. Seperti halnya Cungkup Argo Kembang, yang berhak dimakamkan di lokasi itu adalah para pengurus Yayasan Mangadeg ataupun keluarga besar Mangkunegaran lainnya yang mengajukan permohonan.
Pintu masuk kompleks Astana Giri Bangun

Masjid Astana Giri Bangun

Monday, November 14, 2011

Cara Pasang TV Online

Saat ini sudah tersedia layanan untuk melihat TV secara online menggunakan koneksi internet. Seperti yang ada di blog ini, kita bisa melihat TV menggunakan koneksi internet. Silahkan klik menu LIVE TV STREAMING yang ada di atas.

Cara untuk memasang TV Online di blog cukup mudah. Kita hanya perlu memasukkan script di bawah ini pada postingan :

<embed align="top" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" bgcolor="#ffffff" devicefont="false" height="860" menu="true" name="MivoTV" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" quality="high" scale="noscale" src="http://id.imediabiz.com/MivoTV.swf?r=%27%20+%20Math.round%28Math.random%28%29%20*%2099999%29%20+%20%27" type="application/x-shockwave-flash" width="610" wmode="transparent"></embed>

Selamat mencoba.,.

Friday, November 11, 2011

Update Perolehan Medali Sea Games 2011

Update Perolehan Medali Sea Games 2011 Update : 22 November 2011 18:21 WIB

MEDAL TALLY FOR 26TH SEA GAMES

Sumber

Thursday, November 10, 2011

Cara Daftar AdsenseCamp

AdsenseCamp adalah website Adsense Indonesia yang merupakan salah satu divisi usaha dari perusahaan CV JogjaCamp yang berada di Yogyakarta. AdsenseCamp menitikberatkan pada pelayanan dengan menempatkan 3 customer support yang melayani secara online (YM, email, sms, dan telpon) ataupun offline dengan datang langsung ke kantor kami. 

AdsenseCamp merupakan website yang memberikan kesempatan bagi Anda untuk memperoleh penghasilan tambahan dengan menyediakan ruang pada website Anda sebagai tempat pemasangan iklan bagi advertiser. 


Berikut ini cara daftra AdsenseCamp :
1. Klik gambar di bawah ini


Adsense Indonesia


2. Klik " CREATE PUBLISHER ACCOUNT"
3. Isi semua form yang disediakan, kemudian klik "Next"
4. Jika proses berhasil, maka akan ada konfirmasi ke email yang telah kita daftarkan.
5. Buka email dari AdsenseCamp, kemudian klik link konfirmasinya yang membawa kita kembali ke situs AdsenseCamp yang berisi pemberitahuan bahwa kita telah menjadi member AdsenseCamp.

Selamat Mencoba.,.

Thursday, October 27, 2011

Beda Bahasanya

Bahasa Indonesia merupakan bahasa pemersatu bangsa. Oleh karena itu, sebagai warga Negara Indonesia yg baik disarankan untuk menggunakan Bahasa Indonesia ketika berbicara dengan orang lain yg berasal dari daerah lain yg mempunyai latar belakang bahasa daerah yg berbeda.
Ada beberapa kejadian lucu ketika orang dari daerah lain berbicara dengan orang daerah lain, tapi tetap menggunakan bahasa daerah. Contohnya ketika ada orang Jawa yang pergi ke Madura. Si Jawa mampir ke warung, dia bilang ke penjaga warungnya klo dia pengen makan, kemudian orang Madura bilang “sobhung” yang artinya “habis” dalam bahasa Madura. Karena nggak tahu, si Jawa bilang iya dan tetep nunggu di warung. Di benak si Jawa, “sobhung” dikira “sop bung” yang artinya “sayur sop dari rebung (bambu muda)”. Ya percuma ja nunggu di warung lama-lama, karna makanannya emang udah habis. Ada juga  kisah sebaliknya, orang Madura yang pergi ke Jawa kemudian mampir ke toko. Ketika si Madura pengen beli sesuatu, penjual bilang “enthek” yg artinya “habis” dalam bahasa Jawa. Si Madura mengira penjualnya bilang “dhante’ (dibaca dhente’) ” yg artinya “tunggu” dalam bahasa Madura. Jadi si Madura tetep ja nunggu di toko sampai si penjual ngasih tahu klo barang yg mw di beli udah habis. Ya begitulah, perbedaan bahasa bisa menyesatkan atau justru malah menjadikan suatu pengalaman yang lucu.
Kemarin aku juga mengetahui secara langsung perbedaan bahasa yang dapat mengakibatkan salah paham. Lucunya, hal ini terjadi sama-sama di daerah Madura. Memang Madura memiliki 4 kabupaten, dimana tiap kabupaten memiliki bahasanya masing-masing. Temen ku yg berasal dari Pamekasan menelpon temennya yang asli Bangkalan. Dia ingin minta mangga buat rujakan. Si Pamekasan bilang dia minta “pao” yang artinya mangga ( entah mangga muda maupun yang udah matang ) dalam bahasa Pamekasan. Si Bangkalan jawab klo dia gak punya “pao”. Si Pamekasan bilang minta “pao” buat rujakan, si Bangkalan bingung, soalnya “pao” dalam bahasa Bangkalan artinya mangga yang udah matang, jadi gak enak buat rujakan. Trus si Pamekasan ke rumahnya si Bangkalan, karna dia tahu klo si Bangkalan punya pohon mangga. Nyampek di rumahnya si Bangkalan, si Pamekasan kaget, dia melihat banyak “pao” di pohon mangganya si Bangkalan. Si Pamekasan mengira klo si Bangkalan bohong, trus si Bangkalan bilang klo mangga muda tu dalam bahasa bangkalan adalah “pakel” ( gak tahu tulisannya bener apa salah). Tertawalah semua yang ada disitu, ternyata gara-gara beda bahasa bisa membuat orang tertawa, hehehe.,.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes