Monday, April 29, 2013

LEOPARD TORTOISE (GEOCHELONE PARDALIS)



LEOPARD TORTOISE (GEOCHELONE PARDALIS)

Kura-kura Leopard  atau biasa dikenal dengan kura-kura pardalis merupakan kura-kura yang besar dan mempunyai warna yang menarik. Kura-kura ini dapat ditemukan di Afrika Timur dan Selatan, dari Sudan ke Cape Selatan. Kura-kura ini merupakan satu-satunya anggota dari genus Stigmochelys. Namun kura-kura ini dulu termasuk dari genus Geochelone.Kura-kura ini menyukai tempat-tempat yang kering, namun kadang-kadang mereka juga ditemukan di daerah yang basah. Pada saat suhu sangat panas ataupun sangat dingin kura-kura ini biasanya mencari tempat perlindungan di lubang-lubang hewan lain. Begitu juga saat membuat sarang untuk bertelur pada lubang-lubang tersebut karena kura-kura ini tidak bisa menggali. Hal tersebut tidak mengherankan karena mereka hidup di daerah padang rumput. Kura-kura ini juga dapat hidup hingga 80 sampai 100 tahun.

TAKSONOMI DAN ETIMOLOGI
Namanya adalah kombinasi dari dua kata Yunani. Stigma yang berarti "tanda" atau "titik" * dan Chelone (Χελωνη) yang berarti "kura-kura". Spesifik nama pardalis adalah dari kata Latin yang berarti pardus "macan tutul" dan mengacu pada bintik mirip macan tutul pada shell kura-kura.

DESKRIPSI
Kura-kura ini adalah kura-kura terbesar ke-empat di dunia. Ukuran kura-kura ini dapat mencapai hingga panjang 45 inchi atau 1,15 meter. Memiliki karapas yang tinggi dan scutes berbetuk piramida yang tidak biasa seperti kura-kura lainnya. Kulit dan latar belakang berwarna kuning krem dan karapas ditandai dengan bintik-bintik hitam atau bahkan garis-garis. Setiap individu mempunyai tanda yang unik.

KEBIASAAN
Kura-kura leopard adalah herbivora. Mereka berperilaku defensif dan sangat jarang bertingkah offensif. Mereka akan memasukkan kaki dan kepala ke dalam tempurung bila dirasanya ada bahaya. Pada saat itu kura-kura ini biasanya mendesis. Mungkin karena ruang udara dalam paru-paru menyempit akibat kepala dan kakinya yang ditarik ke dalam tempurung.

ADAPTASI
Seperti kura-kura pada umumnya kura-kura ini dapat menarik kepala dan kaki ke dalam karapas. Dan seperti kura-kura lainnya mulut mereka adalah paruh. Mereka ahli dalam memanjat terlebih kura-kura muda.

PEMELIHARAAN 
Pardalis jenis yang mungkin agak sulit untuk dipelihara dan sangat tidak direkomendasikan untuk pemula. Daya tahan tubuh pardalis merupakan yang paling lemah dan mudah sekali terkena serangan penyakit infeksi saluran pernafasan. Sering dijumpai kasus kematian mendadak pada tortoises, terutama pada leopard pardalis ini. 
Dalam pemeliharaaan pardalis ini, usahakan kondisi kandang selalu kering, dengan kelembaban yang sangat rendah. Ini Mutlak dibutuhkan untuk menjaga kesehatan leopard tortoise. Suhu kandang usahakan berkisar antara 29'-32'C.

Asupan makanan yang dibutuhkan pada pemeliharaan umum sepeerti : caisim, pakchoi, wortel, fumak, siomak dan buah - buahan untuk memenuhi kebutuhan mineral dan gizi pardalis tersebut.

Sumber foto: http://gallery.photo.net/photo/8506396-lg.jpg
Sumber info: http://jinkuraku.blogspot.com/2013/01/kura-kura-leopard-atau-biasa-dikenal.html
Kura-kura Leopard atau biasa dikenal dengan kura-kura pardalis merupakan kura-kura yang besar dan mempunyai warna yang menarik. Kura-kura ini dapat ditemukan di Afrika Timur dan Selatan, dari Sudan ke Cape Selatan. Kura-kura ini merupakan satu-satunya anggota dari genus Stigmochelys. Namun kura-kura ini dulu termasuk dari genus Geochelone.Kura-kura ini menyukai tempat-tempat yang kering, namun kadang-kadang mereka juga ditemukan di daerah yang basah. Pada saat suhu sangat panas ataupun sangat dingin kura-kura ini biasanya mencari tempat perlindungan di lubang-lubang hewan lain. Begitu juga saat membuat sarang untuk bertelur pada lubang-lubang tersebut karena kura-kura ini tidak bisa menggali. Hal tersebut tidak mengherankan karena mereka hidup di daerah padang rumput. Kura-kura ini juga dapat hidup hingga 80 sampai 100 tahun.

TAKSONOMI DAN ETIMOLOGI
Namanya adalah kombinasi dari dua kata Yunani. Stigma yang berarti "tanda" atau "titik" * dan Chelone (Χελωνη) yang berarti "kura-kura". Spesifik nama pardalis adalah dari kata Latin yang berarti pardus "macan tutul" dan mengacu pada bintik mirip macan tutul pada shell kura-kura.

DESKRIPSI
Kura-kura ini adalah kura-kura terbesar ke-empat di dunia. Ukuran kura-kura ini dapat mencapai hingga panjang 45 inchi atau 1,15 meter. Memiliki karapas yang tinggi dan scutes berbetuk piramida yang tidak biasa seperti kura-kura lainnya. Kulit dan latar belakang berwarna kuning krem dan karapas ditandai dengan bintik-bintik hitam atau bahkan garis-garis. Setiap individu mempunyai tanda yang unik.

KEBIASAAN
Kura-kura leopard adalah herbivora. Mereka berperilaku defensif dan sangat jarang bertingkah offensif. Mereka akan memasukkan kaki dan kepala ke dalam tempurung bila dirasanya ada bahaya. Pada saat itu kura-kura ini biasanya mendesis. Mungkin karena ruang udara dalam paru-paru menyempit akibat kepala dan kakinya yang ditarik ke dalam tempurung.

ADAPTASI
Seperti kura-kura pada umumnya kura-kura ini dapat menarik kepala dan kaki ke dalam karapas. Dan seperti kura-kura lainnya mulut mereka adalah paruh. Mereka ahli dalam memanjat terlebih kura-kura muda.

PEMELIHARAAN 
Pardalis jenis yang mungkin agak sulit untuk dipelihara dan sangat tidak direkomendasikan untuk pemula. Daya tahan tubuh pardalis merupakan yang paling lemah dan mudah sekali terkena serangan penyakit infeksi saluran pernafasan. Sering dijumpai kasus kematian mendadak pada tortoises, terutama pada leopard pardalis ini. 
Dalam pemeliharaaan pardalis ini, usahakan kondisi kandang selalu kering, dengan kelembaban yang sangat rendah. Ini Mutlak dibutuhkan untuk menjaga kesehatan leopard tortoise. Suhu kandang usahakan berkisar antara 29'-32'C.

Asupan makanan yang dibutuhkan pada pemeliharaan umum sepeerti : caisim, pakchoi, wortel, fumak, siomak dan buah - buahan untuk memenuhi kebutuhan mineral dan gizi pardalis tersebut.


0 komentar:

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes