Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Thursday, April 25, 2013

RES ( Red Ear Slider )

Red Ear Slider atau biasa disingkat RES merupakan salah satu jenis kura air. RES memiliki nama ilmiah  ''Trachemys Scripta Elegans''. Di Indonesia, RES biasa disebut dengan kura brazil, namun hal ini masih ada kesalahpahaman, karena ada yang menyebutkan bahwa kura brazil merupakan kura jenis lain, yaitu "Trachemys dorbigni". RES berasal dari bagian selatan Amerika Serikat, memiliki warna tempurung campuran antara hijau dan kuningDaya tahan RES yang kuat membuat kura-kura mudah beradaptasi dengan lingkungan manapun. Umur kura-kura ini dapat mencapai usia 20 tahun dengan panjang maksimal sekitar 30 cm. RES berkembang biak dengan cara bertelur. Jumlahnya bervariasi antara 20 hingga 45 butir tergantung kesuburan dan cuaca.
Berikut ini beberapa foto RES peliharaan ku beserta tempatnya :

 Red Ear Slider ukuran karapas sekitar 5 cm

 Tempat Piara RES perlu disediakan daratan untuk basking / berjemur. Hal ini dapat mencegah tumbuhnya jamur pada tubuh kura-kura. RES juga perlu dijemur pada pagi hari sekitar 10 - 15 menit.

2 ekor RES ku yang aku pelihara di baskom persegi. 



Wednesday, October 10, 2012

Sepeda Fongers

Hampir lima bulan sudah sepeda onthel Fongers ini menjadi koleksi. Sepeda ini didapat dari seorang penjual sepeda onthel yang ada di Desa Wonoasri. Berikut ini foto-foto dari Sepeda Fongers :

Sepeda Fongers


Emblem Merk Fongers


Nomor Seri 69348

Menurut Database Sepeda Belanda, Fongers Seri 69348 ini diproduksi tahun 1914-1915.


Update : Saat ini sepeda ini dijual Rp. 7.500.000,- bisa nego. Jika ada yang berminat, silahkan hubungi nomer ini 083 845 717 943

Monday, July 16, 2012

Jambore Sepeda Kuno se Nusantara, Ngawi, Jawa Timur

Sabtu, 30 Juni 2012 jam 15.00 WIB persiapan mengikuti acara Jambore Sepeda Kuno se Nusantara dimulai. Semua anggota PAGUNO ( Paguyuban Onthel Kuno ) Wonoasri, Madiun berkumpul dirumahku. Sekitar 10 orang ditambah 1 orang yang datang langsung dari Blitar berkumpul lengkap dengan sepeda kuno dan atribut masing-masing.
Anggota PAGUNO

Jam 16.00 WIB kami mulai berangkat menuju ke Caruban untuk bergabung dengan SMS ( Sarono Marganing Saras ) Caruban, yang juga merupakan paguyuban sepeda kuno. Perjalanan menuju Ngawi dimulai sekitar jam 17.00 WIB dengan jumlah anggota sekitar 21 orang. Caruban-Ngawi yang berjarak sekitar 33 Km ditempuh selama 3 jam dengan 3x istirahat. Sampai di Ngawi sekitar jam 20.10 WIB, kami istirahat dan juga berkeliling alun-alun Ngawi yang menjadi lokasi Jambore Nasional.
Keesokan harinya setelah semua persiapan dilalui, dimulailah acara Jambore Nasional Sepeda Kuno se Nusantara.
Acara Jambore Nasional Sepeda Kuno

Seluruh peserta bersepeda mengelilingi kota Ngawi menuju ke Benteng Pendem Van Den Bosch yang menjadi salah satu objek wisata di Kabupaten Ngawi.
Benteng Pendem Van Den Bosch, Ngawi, Jawa Timur

Setelah melihat-lihat Benteng Pendem Van Den Bosch, perjalanan pun dilanjutkan mengelililng kota Ngawi, dan akhirnya finish ditempat semula, yaitu alun-alun Ngawi.
Merupakan suatu pengalaman yang mengesankan bisa mengikuti acara Jambore Nasional Sepeda Kuno se Nusantara. Ternyata masih banyak masyarakat yang mempertahankan dan melestarikan sepeda kuno, bahkan banyak juga yang mengoleksinya.
Semoga kegiatan seperti semakin sering diselenggarakan dan juga semakin banyak paguyuban-paguyuban sepeda kuno.,. Aaamiin.,.

Saturday, July 14, 2012

Nama Bupati Madiun Mulai Yang Pertama



Baru kali ini saya memasuki Pendopo Kabupaten Madiun, itupun karena ada acara Pameran Pusaka dan Budaya Dalam Rangka Hari Jadi ke-444 Kabupaten Madiun Tahun 2012. Salah satu hal yang menarik yang ada di Pendopo Kabupaten Madiun adalah adanya nama-nama Bupati Madiun mulai yang pertama. Nama-nama tersebut diukir di batu marmer dan ditempel di dinding depan pendopo. Berikut nama-nama Bupati Madiun mulai yang pertama :

NoNama BupatiTahun
1Pangeran Timoer 1568-1586
2Raden Adjeng Djoemilah 1586-1590
3Raden Mas Rangsang 1590-1591
4Raden Mas Soemekar 1591-1595
5Pangeran Adipati Pringgolojo 1595-1601
6Raden Mas Bagoes Petak 1601-1613
7Pangeran Adipati Mertolojo 1613-1645
8Pangeran Adipati Balitar 1645-1677
9Pangeran Toemenggoeng Balitar Toemapel1677-1703
10Raden Ajoe Poeger1703-1704
11Pangeran Harjo Balater1704-1709
12Toemenggoeng Soerowidjojo1709-1725
13Pangeran Mangkoedipoero1725-1755
14Raden Ronggo Prawirodirdjo I1755-1784
15Pangeran Ronggo Prawirodirdjo II1784-1797
16Pangeran Ronggo Prawirodirdjo III1797-1810
17Pangeran Dipokoesoemo1810-1820
18Raden Toemenggoeng Tirtoprodjo 1820-1822
19Raden Ronggo Prawirodiningrat1822-1861
20Raden Mas Toemenggoeng Ronggo Harjo Notodiningrat 1861-1869
21Raden Mas Toemenggoeng Adipati Sosronegoro1869-1879
22Raden Mas Toemenggoeng Sosrodiningrat1879-1885
23Raden Arjo Adipati Brotodiningrat1885-1900
24Raden Arjo Toemenggoeng Koesnodiningrat1900-1929
25Raden Mas Toemenggoeng Ronggo Koesmen1929-1937
26Raden Mas Toemenggoeng Ronggo Koesnindar1937-1953
27Raden Mas Toemenggoeng Harsojo Brotodiningrat1954-1956
28Raden Sampoerno1956-1962
29Kardiono, BA1962-1965
30Mas Soewandi Pejabat1965-1967
31H. Saleh Hasan1967-1973
32Slamet Hardjo Oetomo1973-1978
33H. Djajadi1978-1983
34Drs. Bambang Koesbandono1983-1988
35Ir. H. S. Kadiono1988-1998
36KRH. H. Djunaedi Mahendra, SH., M.Si1998-2008
37H. Muhtarom, S.Sos2008-

Thursday, April 19, 2012

Sepeda Batavus Cross Frame

Sepeda Batavus Cross Frame merupakan salah satu sepeda yang cukup unik. Bentuk sepeda ini berbeda dengan sepeda kuno yang lainnya. Seperti namanya, 'Cross Frame ' yang artinya 'rangka silang. Maksudnya adalah rangka dari sepeda ini menyilang. Sepeda ini merupakan salah satu koleksi sepeda keluarga ku selain Sepada Hima, dan Fongers. Berikut ini foto dai sepeda Batavus Cross Frame :

 Sepeda Batavus Cross Frame ini tanpa menggunakan rem tangan, tetapi menggunakan sistem torpedo.


 Lampu Bosch Germany


Nomor seri yang ada di rangka sepeda. Batavus Seri 150922


 Aksesoris di bagian depan sepeda berbentuk kuda yang terbuat dari kuningan.


Emblem Merk Batavus

Sepeda ini cukup nyaman dikendarai, namun memiliki rangka yang cukup tinggi. Dengan sistem torpedo, maka sepeda ini tidak membutuhkan rem tangan untuk berhenti.

Wednesday, April 11, 2012

Sepeda HIMA

Sepeda onthel merk HIMA merupakan sepeda produksi Belanda. Sepeda ini cukup nyaman saat dikendarai. Berikut ini foto-foto dari sepeda HIMA milik saya :


Emblem Merk HIMA



Sepeda HIMA dengan lampu merk BOSCH Germany


Aksesori dompet kecil yang diletakkan dibelakang sadel lengkap dengan boncengan.


Aksesoris burung Garuda yang ada di depan.


nomor seri 2170 tidak terlihat dengan jelas di foto.

Wednesday, March 21, 2012

Paguyuban Onthel Kuno ( PAGUNO ) Wonoasri


Sepeda Kuno merupakan sepeda yang telah dibuat pada masa yang lalu. Sepeda ini memiliki berbagai merk, diantaranya, Hartog, Hima, Batavus, Phoenix, dan masih banyak yang lainnya. Di Indonesia banyak terdapat perkumpulan atau paguyuban sepeda kuno. Salah satunya adalah Paguyuban Onthel Kuno ( PAGUNO ) yang berada di Desa Wonoasri, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun. Paguyuban ini dibentuk pada bulan Februari 2012. Saat ini beranggotakan sekitar 10 orang. Kegiatan rutinnya adalah bersepeda disetiap hari Minggu pagi bersama dengan perkumpulan sepeda kuno lainnya yaitu Sarono Marganing Saras ( SMS ) Caruban.
Berikut ini foto-fotonya :

Anggota Pguyuban Onthel Kuno ( PAGUNO ) Wonoasri


Batavus Cross Frame


Sepeda Kuno

Hartog & Hima

Wednesday, March 14, 2012

KKN Desa Artodung, Kec. Galis, Kab. Pamekasan 2012

KKN ( Kuliah Kerja Nyata ) merupakan salah satu mata kuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa. Sekitar 2 minggu yang lalu aku baru saja menyelesaikan KKN di Desa Artodung, Kec. Galis, Kab. Pamekasan. KKN yang semula aku anggap membosankan, menyedihkan bahkan menyusahkan ternyata sebaliknya. Di sana cukup menyenangkan, kondisi desa yang cukup maju menjadikan kelompok ku tidak memerlukan banyak proker ( program kerja ). Di awal pelaksanaan KKN memang masih perlu adaptasi dengan anggota kelompok dan juga dengan masyarakat desa Artodung.


Desa Artodung terletak di Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, berjarak sekitar 15 Km dari kota Pamekasan. Desa ini berada di pinggir jalan raya Sumenep - Pamekasan. Selengkapnya mengenai Desa Artodung bisa dilihat di www.artodung.co.cc

Berikut ini Anggota KKN Kelompok 4 Universitas Trunojoyo 2012 :
 Andi Mariyanto, merupakan orang yang suka bercanda, memiliki suara tertawa yang cukup khas.

 Arief Barawijaya sebagai Kordes ( Koordinator Desa ) merupakan orang di garis depan atau yang berhubungan langsung dengan masyarakat apabila kami akan menjalankan proker.

 R. Aj. Eka Dini Nur Cahya sebagai Sekretaris yang bertugas mengurusi administrasi kelompok. Merupakan orang yang cerewet, membuat suasana posko menjadi rame.

 Fathorrahman, merupakan tipe orang yang serius mempertahankan teori-teorinya, tapi juga sebagai pencair suasana dengan guyonan-guyonan khasnya.

 Ganis Quartety Paskarini sebagai bendahara sekaligus 'juru masak' di kelompok kami.

 Hendri Wahyudi Prayitno. Menyebut dirinya sebagai "Brewok", karena memang wajahnya dipenuhi dengan Brewok. Merupakan Sahabat yang cukup asyik buat cerita.

 Lindung Budiyantoro. inilah aku, hanya sebagai anggota kelompok biasa.

 Lussiana Kurniati. Cewek yang cukup aneh, cukup penakut.

 Lynda Octavia S. Sering membantu dalam banyak program kerja.

 Nihrawi. memiliki suara seperti iklan "Mie Seda*p Ayam Spesial", Hehehe.

 Resbandi Tri Yahkya. merupakan orang yang rajin, tidak hanya urusan proker, tapi juga masalah kebersihan.

 Zhomi Fero Anista. Merupakan orang yang lucu dengan guyonan-guyonan khasnya.

Mereka lah keluarga selama hampir sebulan berada di Desa Artodung. Di  blog ini aku tulis Nama dan Foto kalian, agar kita masih tetap ingat untuk selamanya, Aaamiiin.,.

Thursday, January 12, 2012

Karapan Sapi

Bagi kebanyakan orang, istilah “Karapan Sapi” mungkin sudah tidak asing lagi, terutama untuk masyarakat yang berasal dari Madura maupun bagi pendatang yang tinggal di Madura seperti saya. Ya, Karapan Sapi merupakan salah satu budaya yang berasal dari Madura. Karapan Sapi merupakan perlombaan adu kecepatan sepasang sapi yang ditunggangi oleh seorang joki melawan sepasang sapi yang lain. Budaya ini sampai sekarang masih terus ada dan juga menjadi kebanggaan masyarakat Madura. Sebagai seorang pendatang dari luar Madura, tepatnya dari Kabupaten Madiun, saya kurang memahami tentang Karapan Sapi. Informasi yang berkaitan tentang Karapan Sapi saya peroleh dari media-media online. Dan selama hampir 4 tahun saya tinggal di Madura, tepatnya di Kabupaten Bangkalan, baru sekali saya menyaksikan karapan Sapi secara langsung yang digelar di alun-alun Bangkalan.

Bagi saya, Karapan Sapi merupakan budaya yang unik, dimana 2 ekor sapi yang dikendalikan seorang joki ( entah apa istilahnya dalam bahasa madura ), harus berlari secepat mungkin untuk mencapai garis finish. Uniknya lagi, joki atau orang yang mengendalikan sapi tersebut masih anak-anak atau orang yang memiliki badan kecil / kurus, hal ini mungkin dimaksudkan agar beban dari sapi ketika berlari tidak terlalu berat, sehingga sapi tersebut bisa berlari cepat menuju garis finish.
Tidak salah apabila Karapan Sapi menjadi kebanggaan masyarakat Madura maupun Bangsa Indonesia. Salah satu perlombaan paling bergengsi dalam Karapan Sapi yaitu, Perlombaan Karapan Sapi Piala Presiden yang digelar setiap tahun. Tentunya sudah terbayang bangaimana kemeriahan perlombaan ini. Ingin rasanya saya bisa menyaksikan Perlombaan Karapan Sapi Piala Presiden ini secara langsung, tapi apa daya, selama ini saya belum pernah menyaksikannya secara langsung. Mungkin di lain kesempatan saya bisa menyisihkan waktu untuk merasakan kemeriahan Perlombaan Karapan Sapi Piala Presiden secara langsung.
Kebanggan lain tentang Karapan Sapi yaitu, digunakannya Karapan Sapi sebagai gambar di mata uang logam Republik Indonesia pecahan Rp. 100,-. Ya, uang logam dari kuningan yang berwarna emas yang hanya bernilai seratus rupiah dan dikeluarkan pada tahun 1991 ini menampilkan karapan sapi di salah satu sisinya.

Ditengah kebanggan tersebut saya sempat membaca sebuah artikel yang melarang penyiksaan terhadap sapi yang akan mengikuti perlombaan. Saya sendiri tidak tahu secara pasti seperti apa penyiksaan yang dilakukan terhadap sapi-sapi tersebut. Tetapi, memang terlihat bekas luka yang ada di bagian belakang sapi tersebut, mungkin hal ini bertujuan untuk mempercepat lari dari sapi - sapi tersebut. Terlepas dari penyiksaan tersebut, ternyata untuk mendapatkan sapi yang berkualitas untuk mengikuti perlombaan harus melalui berbagai macam latihan dan perawatan yang membutuhkan banyak biaya. Perawatan khusus dan pemberian jamu yang diramu secara khusus dipercaya dapat menambah stamina sapi - sapi yang akan mengikuti perlombaan. Pemberian jamu ini akan semakin ditingkatkan menjelang pelaksanaan perlombaan. Tak heran biaya yang dikeluarkan cukup banyak. Banyaknya biaya yang dikeluarkan akan sebanding jika sapi - sapinya menjadi juara yang mengakibatkan harga sapi tersebut melambung tinggi.
Semoga budaya Karapan Sapi ini terus berkembang dan tetap menjadi kebanggan masyarakat Madura pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya, bahkan bisa menjadi budaya yang dikenal oleh masyarakat Internasional. Dan juga semoga harapan saya untuk menyaksikan Karapan Sapi Piala Presiden bisa tercapai.
Aaamiiin.,.

Monday, December 19, 2011

Astana Giri Bangun

Astana Giri Bangun terletak di di Desa Girilayu, Kecamatan MatesihKabupaten Karanganyar, sekitar 35 km dari Surakarta. Astana Giri Bangun merupakan kompleks pemakaman keluarga mantan presiden RI ke-2, Soeharto. Astana Giri Bangun juga merupakan makam KELUARGA BESAR YAYASAN "MANGADEG". Astana Giri Bangun dibangun pada tahun 1974 oleh Yayasan Mangadeg Surakarta, dan diresmikan oleh Bapak Soeharto dan Ibu Tien Soeharto pada hari Jumat Wage tanggal 26 Rejeb ehe 1908 atau 23 Juli 1976. Pada prasasti peresmian terdapat sinengkalan " NGESTI SUWUNG WENGANING BUDI ". Peresmian itu ditandai dengan pemindahan sisa jenazah Soemaharjomo (ayah Tien Soharto) dan Siti Hartini Oudang (kakak tertua Ibu Tien), yang keduanya sebelumnya dimakamkan di Makam Utoroloyo, salah satu makam keluarga besar keturunan Mangkunegaran yang berada di Kota Solo.

Kompleks makam ini memiliki tiga tingkatan cungkup (bangunan makam), yaitu cungkup Argo Sari teletak di tengah-tengah dan paling tinggi, di bawahnya, terdapat cungkup Argo Kembang, dan paling bawah adalah cungkup Argo Tuwuh.

Cungkup Argo Sari
Di ruangan ini hanya direncanakan untuk lima makam. Saat ini paling barat adalah makam Siti Hartini, di tengah terdapat makam pasangan Soemarharjomo (ayah dan ibu Tien) dan paling timur adalah makam Ibu Tien Soeharto. Tepat di sebelah barat makam Ibu Tien terdapat makam Soeharto.
Masih di bagian Argosari, tepatnya di emperan cungkup seluas 243 meter persegi, terdapat tempat yang direncanakan untuk makam 12 badan.
Di beranda cungkup seluas 405 meter persegi terdapat areal untuk 48 badan. Yang berhak dimakamkan di tempat itu adalah penasihat, pengurus harian serta anggota pengurus Yayasan Mangadeg yang mengelola pemakaman tersebut. Termasuk yang berhak dimakamkan di tempat itu adalah pengusaha Sukamdani Sahid Gitosardjono beserta istri.


Cungkup Argo Kembang
Bagian yang berada di luar lokasi utama adalah Cungkup Argokembang seluas 567 meter persegi. Tempat ini tersedia tempat bagi 116 badan. Yang dapat dimakamkan di lokasi itu adalah para pengurus pleno dan seksi Yayasan Mangadeg ataupun keluarga besar Mangkunegaran lainnya yang dianggap berjasa kepada yayasan yang mengajukan permohonan untuk dimakamkan di astana tersebut.

Cungkup Argo Tuwuh
Paling luar adalah Cungkup Argo tuwuh seluas 729 meter persegi. Tempat ini tersedia tempat bagi 156 badan. Seperti halnya Cungkup Argo Kembang, yang berhak dimakamkan di lokasi itu adalah para pengurus Yayasan Mangadeg ataupun keluarga besar Mangkunegaran lainnya yang mengajukan permohonan.
Pintu masuk kompleks Astana Giri Bangun

Masjid Astana Giri Bangun

Friday, November 11, 2011

Update Perolehan Medali Sea Games 2011

Update Perolehan Medali Sea Games 2011 Update : 22 November 2011 18:21 WIB

MEDAL TALLY FOR 26TH SEA GAMES

Sumber

Thursday, October 27, 2011

Beda Bahasanya

Bahasa Indonesia merupakan bahasa pemersatu bangsa. Oleh karena itu, sebagai warga Negara Indonesia yg baik disarankan untuk menggunakan Bahasa Indonesia ketika berbicara dengan orang lain yg berasal dari daerah lain yg mempunyai latar belakang bahasa daerah yg berbeda.
Ada beberapa kejadian lucu ketika orang dari daerah lain berbicara dengan orang daerah lain, tapi tetap menggunakan bahasa daerah. Contohnya ketika ada orang Jawa yang pergi ke Madura. Si Jawa mampir ke warung, dia bilang ke penjaga warungnya klo dia pengen makan, kemudian orang Madura bilang “sobhung” yang artinya “habis” dalam bahasa Madura. Karena nggak tahu, si Jawa bilang iya dan tetep nunggu di warung. Di benak si Jawa, “sobhung” dikira “sop bung” yang artinya “sayur sop dari rebung (bambu muda)”. Ya percuma ja nunggu di warung lama-lama, karna makanannya emang udah habis. Ada juga  kisah sebaliknya, orang Madura yang pergi ke Jawa kemudian mampir ke toko. Ketika si Madura pengen beli sesuatu, penjual bilang “enthek” yg artinya “habis” dalam bahasa Jawa. Si Madura mengira penjualnya bilang “dhante’ (dibaca dhente’) ” yg artinya “tunggu” dalam bahasa Madura. Jadi si Madura tetep ja nunggu di toko sampai si penjual ngasih tahu klo barang yg mw di beli udah habis. Ya begitulah, perbedaan bahasa bisa menyesatkan atau justru malah menjadikan suatu pengalaman yang lucu.
Kemarin aku juga mengetahui secara langsung perbedaan bahasa yang dapat mengakibatkan salah paham. Lucunya, hal ini terjadi sama-sama di daerah Madura. Memang Madura memiliki 4 kabupaten, dimana tiap kabupaten memiliki bahasanya masing-masing. Temen ku yg berasal dari Pamekasan menelpon temennya yang asli Bangkalan. Dia ingin minta mangga buat rujakan. Si Pamekasan bilang dia minta “pao” yang artinya mangga ( entah mangga muda maupun yang udah matang ) dalam bahasa Pamekasan. Si Bangkalan jawab klo dia gak punya “pao”. Si Pamekasan bilang minta “pao” buat rujakan, si Bangkalan bingung, soalnya “pao” dalam bahasa Bangkalan artinya mangga yang udah matang, jadi gak enak buat rujakan. Trus si Pamekasan ke rumahnya si Bangkalan, karna dia tahu klo si Bangkalan punya pohon mangga. Nyampek di rumahnya si Bangkalan, si Pamekasan kaget, dia melihat banyak “pao” di pohon mangganya si Bangkalan. Si Pamekasan mengira klo si Bangkalan bohong, trus si Bangkalan bilang klo mangga muda tu dalam bahasa bangkalan adalah “pakel” ( gak tahu tulisannya bener apa salah). Tertawalah semua yang ada disitu, ternyata gara-gara beda bahasa bisa membuat orang tertawa, hehehe.,.

Thursday, October 20, 2011

Lagu Dondong Opo Salak

Dondong opo salak
Duku cilik cilik
Ngandhong opo mbecak
Mlaku thimik thimik

Adi ndherek ibu
Tindhak menyang pasar
Ora pareng rewel
Ora pareng nakal
Mengko ibu mesti
Mundhut oleh-oleh
Kacang karo roti
Adi diparingi

Wednesday, October 19, 2011

FOOTBALL DRAWING SEA GAMES INDONESIA 2011

Kabar terbaru sea games palembang jakarta Indonesia 2011, perolehan medali seagames

GROUP A
MALAYSIA
INDONESIA
SINGAPURA
THAILAND
KAMBOJA


GROUP B

VIETNAM
LAOS
BRUNEI DARUSSALAM
TIMOR-LESTE
MYANMAR
FILIPINA

Wednesday, September 21, 2011

Monumen Keganasan PKI Madiun 1948

Monumen Keganasan PKI Madiun 1948 merupakan salah satu monumen untuk mengenang keganasan dan kebrutalan yang dilakukan oleh PKI ( Partai Komunis Indonesia ) tahun 1948 di Madiun.
Monumen ini terletak di Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Di monumen ini terdapat beberapa patung yang menggambarkan keganasan PKI dalam melakukan pembantaian. Monumen yang berada di lereng Gunung Wilis ini memiliki pemandangan atau panorama yang cukup indah. Bagi anda yang melintas di Madiun, jangan lupa untuk mengunjungi Monumen ini.

Tuesday, September 20, 2011

Bebek Songkem

Nama Bebek Songkem terdengar asing di telinga, namun bagi orang Madura, Bebek Songkem bukanlah hal yang asing. Bebek Songkem adalah makanan khas dari Sampang.
Dari namanya aja sudah cukup jelas, kalau makanan ini menggunakan bebek sebagai bahan utamanya. Bebek yang sudah dibersihkan kemudian dibumbui menggunakan berbagai macam
bumbu. Setelah merata bebek dibungkus menggunakan daun pisang kemudian dikukus. Proses pemasakan yang lama menjadikan bebek ini terasa lembut dan bumbu-bumbunya masuk ke dalam daging.



Salah satu warung yang menyediakan bebek songk
em ini ada di Jl. Trunojoyo, Sampang. Bagi yang suka travelling ataupun berwisata kuliner jangan lupa untuk mencicipi Bebek Songkem ketika berada di Sampang. Rasa pedas dan perpaduan bumbu yang pas membuat orang yang mencicipinya ketagihan. Sekali lagi bagi anda yang mengunjungi kabupaten Sampang jangan lupa untuk mencicipi Bebek Songkem.

Saturday, September 17, 2011

Air Terjun Grojogan Sewu



Air Terjun Grojogan Sewu terletak di kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Air terjun ini terletak di lereng Gunung Lawu. Grojogan Sewu terletak sekitar 27 km di sebelah timur Kota Karanganyar. Air terjun Grojogan sewu merupakan bagian dari Hutan Wisata Grojogan Sewu. Grojogan Sewu berarti air terjun seribu. Meskipun demikian jumlah air terjunnya tidak ada seribu, tetapi ada beberapa titik air terjun yang dapat dinikmati disini. Air terjun utama memiliki tinggi sekitar 80 meter. Ada pula air terjun yang tidak terlalu tinggi tetapi pancuran airnya meluas dan membentuk cabang-cabang. Untuk mencapai air terjun, pengunjung harus melewati ratusan anak tangga. hal ini memerlukan kekuatan fisik yang lumayan, namun setelah mencapai air terjun, rasa capek yang dirasakan terbayar oleh keindahan air terjun Grojogan sewu.



Hutan wisata Grojogan Sewu memiliki luas 20 Ha. Kawasan hutan ini banyak ditumbuhi berbagai jenis pohon hutan dan dihuni oleh sekelompok kera. Bagi pengunjung diharapkan berhati-hati dan waspada terhadap kera-kera ini, karena kera ini sering mengambil barang-barang bawaan pengunjung. Disarankan kepada pengunjung untuk tidak membawa tas kresek ataupun barang-barang yang tidak terlalu dibutuhkan ketika menuju ke air terjun.
Beberapa fasilitas yang ada di hutan wisata ini adalah Taman Binatang, kolam renang, tempat istirahat, kios makanan, kios buah-buahan dan sayuran, kios cinderamata, mushola dan fasilitas MCK. Pengunjung juga bisa menunggangi kuda yang disewakan apabila beminat.


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes